Senin, 01 November 2010

GOOGLE TV DAN APPLE TV

GOOGLE  TV

Google TV memastikan akan meluncur pada musim gugur tahun ini. Manajer Produksi Google TV Salahuddin Choudhary mengatakan bahwa Google TV akan akan menghadirkan pengalaman internet secara menyeluruh di layar televisi, sehingga mengubah cara orang menonton televisi dan browshing di Internet. 

Televisi yang dipadukan dengan layanan internet bukan hal baru, Namun, menjadi istimewa karena dikombinasi dengan layanan khusus yang dirancang Google untuk menghadirkan internet di ruang tamu layaknya siaran TV. 

Aktifitas berselancar di dunia maya umumnya dilakukan di laptop ataupun netbook. Sebaliknya, lima miliar orang menggunakan televisi untuk menonton video ataupun melihat tayangan favorit. Angka tersebut lebih banyak daripada pengguna ponsel dan komputer di dunia. Nah, sekarang, bagaimana jika ada layanan yang bisa melebur keduanya? Di sinilah Google TV berdiri.
Bayangkan Anda duduk santai di sofa empuk ruang tamu. Dengan sebuah keyboard wireless, Anda masuk ke situs CNN untuk melihat berita terbaru. Setelah cukup membaca, Anda teringat ingin menonton episode Top Gear. Cukup mengetik Top Gear di home screen, maka Google TV akan menunjukkan berbagai video terkait Top Gear yang bisa dilihat. Tak lama kemudian, Anda mendapat telepon dari istri untuk mengecek harga ponsel Nokia N8 yang ingin dibeli.

Tak perlu bangkit mengambil laptop, cukup mengalihkan lagi browser ke situs Amazon. Harga N8 dan fitur N8 pun bisa langsung diketahui. Google TV seolah memindahkan layar komputer Anda ke televisi layar lebar. Pengguna bisa melakukan apa saja. Mulai bermain game Farmville, melihat-lihat video di YouTube, mencari penjelasan di Wikipedia, mengakses Google Map, melihat foto di Flickr, bahkan mengupdate status di Twitter ataupun Facebook.

Di dalamnya telah dilengkapi CPU (central processing unit) dengan prosesor Intel Atom dan bekerja dengan sistem operasi Android. Untuk mengakses sitsu web tersedia browser Chome. Software lainnya diancang untuk mengakses program televisi di internet, jadwal siaran, bahkan konten siaran dari satelit. 

Harga yang dibanderol untuk televisi LCD tersebut memang lebih mahal, antara 200-400 dollar AS lebih mahal dibanding televisi LCD standar. Namun, paket produknya sudah ditambah sebuah keyboard QWERTY nirkabel khusus untuk navigasi Google TV, untuk mengetik di layar, atau melakukan bermacam perintah. Dalam kesempatan tersebut Sony juga mmeperkenalkan Blu-ray Disc Player baru seharga 400 dollar AS.

Google TV memang terbosoan baru yang diluncurkan Google dengan menggandeng Sony dan Logitech International SA. Sebelumnya, Logitech sudah lebih dulu meluncurkan perangkat Google TV dengan membuat sebuah set top box yang dilengkapi layanan tersebut dan dapat ditambahakn pada televisi standar. Set top box tersebut sudah bisa dipesan dengan harga 300 dollar AS. Nah, buat konsumen yang tidak merasa perlu membeli LCD baru dengan Google TV, set top box ini menjadi solusi. Pelanggan akan dapat mengunduh aplikasi Android apps --saat ini khusus dirancang untuk telepon Google dan komputer tablet-- awak tahun depan. (*)
GOOGLE  TV

Google TV memastikan akan meluncur pada musim gugur tahun ini. Manajer Produksi Google TV Salahuddin Choudhary mengatakan bahwa Google TV akan akan menghadirkan pengalaman internet secara menyeluruh di layar televisi, sehingga mengubah cara orang menonton televisi dan browshing di Internet. 

Televisi yang dipadukan dengan layanan internet bukan hal baru, Namun, menjadi istimewa karena dikombinasi dengan layanan khusus yang dirancang Google untuk menghadirkan internet di ruang tamu layaknya siaran TV. 

Aktifitas berselancar di dunia maya umumnya dilakukan di laptop ataupun netbook. Sebaliknya, lima miliar orang menggunakan televisi untuk menonton video ataupun melihat tayangan favorit. Angka tersebut lebih banyak daripada pengguna ponsel dan komputer di dunia. Nah, sekarang, bagaimana jika ada layanan yang bisa melebur keduanya? Di sinilah Google TV berdiri.
Bayangkan Anda duduk santai di sofa empuk ruang tamu. Dengan sebuah keyboard wireless, Anda masuk ke situs CNN untuk melihat berita terbaru. Setelah cukup membaca, Anda teringat ingin menonton episode Top Gear. Cukup mengetik Top Gear di home screen, maka Google TV akan menunjukkan berbagai video terkait Top Gear yang bisa dilihat. Tak lama kemudian, Anda mendapat telepon dari istri untuk mengecek harga ponsel Nokia N8 yang ingin dibeli.

Tak perlu bangkit mengambil laptop, cukup mengalihkan lagi browser ke situs Amazon. Harga N8 dan fitur N8 pun bisa langsung diketahui. Google TV seolah memindahkan layar komputer Anda ke televisi layar lebar. Pengguna bisa melakukan apa saja. Mulai bermain game Farmville, melihat-lihat video di YouTube, mencari penjelasan di Wikipedia, mengakses Google Map, melihat foto di Flickr, bahkan mengupdate status di Twitter ataupun Facebook.

Di dalamnya telah dilengkapi CPU (central processing unit) dengan prosesor Intel Atom dan bekerja dengan sistem operasi Android. Untuk mengakses sitsu web tersedia browser Chome. Software lainnya diancang untuk mengakses program televisi di internet, jadwal siaran, bahkan konten siaran dari satelit. 

Harga yang dibanderol untuk televisi LCD tersebut memang lebih mahal, antara 200-400 dollar AS lebih mahal dibanding televisi LCD standar. Namun, paket produknya sudah ditambah sebuah keyboard QWERTY nirkabel khusus untuk navigasi Google TV, untuk mengetik di layar, atau melakukan bermacam perintah. Dalam kesempatan tersebut Sony juga mmeperkenalkan Blu-ray Disc Player baru seharga 400 dollar AS.

Google TV memang terbosoan baru yang diluncurkan Google dengan menggandeng Sony dan Logitech International SA. Sebelumnya, Logitech sudah lebih dulu meluncurkan perangkat Google TV dengan membuat sebuah set top box yang dilengkapi layanan tersebut dan dapat ditambahakn pada televisi standar. Set top box tersebut sudah bisa dipesan dengan harga 300 dollar AS. Nah, buat konsumen yang tidak merasa perlu membeli LCD baru dengan Google TV, set top box ini menjadi solusi. Pelanggan akan dapat mengunduh aplikasi Android apps --saat ini khusus dirancang untuk telepon Google dan komputer tablet-- awak tahun depan. (*)


APPLE TV

APPLE TV unggul atas Google TV karena Apple TV bisa berkomunikasi dengan alat-alat elektronik lain seperti iPad, iPhone, dan iPod. Tetapi, Apple TV tidak dilengkapi web browser, sedangkan Google TV memiliki Chrome.

Apple Inc merilis set-top-box (STB) Apple TV generasi kedua pada 1 September 2010. Dengan STB tersebut, pengguna bisa menonton video online pada pesawat televisi yang berada di ruang keluarga. Apple pun berharap, kehadiran Apple TV generasi kedua mampu memudahkan konsumen menikmati video berkualitas definisi tinggi (HD). Firma riset iSuppli Corp menilai, Apple TV generasi kedua memang lebih menarik daripada Apple TV generasi pertama, yang dirilis perdana oleh Apple pada 9 Januari 2007.

Sebab, Apple TV generasi kedua dilengkapi konektivitas Wi-Fi, sedangkan Apple TV generasi pertama tidak punya dukungan tersebut. Di samping itu, harga Apple TV generasi kedua juga jauh lebih murah daripada Apple TV generasi pertama. Di Amerika Serikat (AS), Apple memasarkan Apple TV generasi kedua dengan harga USD99 per unit. Sedangkan untuk Apple TV generasi pertama, Apple membuka harga perdana pada USD299 per unit. Namun demikian, iSuppli memperingatkan, Apple TV generasi kedua tidak akan mudah meraih dominasi di ruang keluarga. Sebab, pada saat ini sudah banyak beredar STB video online, atau televisi internet, dan bahkan pesawat- pesawat televisi yang bisa langsung mengakses internet tanpa bantuan alat apa pun, yang lazim disebut IETV (Internet-Enabled Television).

Di samping itu,pada akhir 2010 Google Inc juga akan merilis platform televisi internet Google TV, yang akan tersedia pada STB produksi Logitech International SA dan IETV serta Blu-ray player produksi Sony Corp. iSuppli menilai, Google TV adalah ancaman terbesar bagi Apple TV generasi kedua karena Google TV mendapatkan banyak sekali dukungan ekosistem industri hiburan dan teknologi.

"Di ruang keluarga, Apple TV generasi kedua tidak akan mudah meraih dominasi seperti ketika iPad mendominasi pasar komputer tablet. Penyebabnya, iPad hadir sebagai yang pertama, sehingga tidak punya pesaing. Sedangkan untuk Apple TV generasi kedua, pesaing sudah cukup banyak," ujar Principal Analyst Consumer Platforms iSuppli Corp Jordan Selburn.

iSuppli mencatat, pada saat ini di dunia ada lebih dari 60 perusahaan yang menawarkan produk STB serupa Apple TV generasi kedua. Tetapi, iSuppli menggarisbawahi, kendati Apple TV generasi kedua harus menempuh perjalanan berat,STB tersebut memiliki peluang besar untuk mendominasi ruang keluarga karena Apple TV generasi kedua itu dapat berbagi konten dengan alat-alat elektronik lain produksi Apple, termasuk iPad,iPhone,dan iPod.

"Di rumah, konsumen sudah memiliki banyak sekali alat elektronik. Tetapi, alat-alat elektronik tersebut jarang bisa saling berkomunikasi antara satu dengan yang lain. Kehadiran Apple TV membawa perubahan karena Apple TV dapat menampilkan video yang tersimpan dalam iPad, iPhone, dan iPod," tutur Selburn.

Ketika komunikasi menjadi keunggulan utama Apple TV generasi kedua, komunikasi pula yang justru menjadi kelemahan utama Google TV. Sebab, kendati Google belum mengkonformasi, STB atau pun IETV dan Blu-ray player Google TV diperkirakan hanya bisa mengakses internet, sehingga tidak bisa mengakses konten yang tersimpan di alat-alat elektronik lain, termasuk smartphone bersistem operasi Android, yakni sistem operasi produksi Google.

Namun begitu, Google TV masih kompetitif atas Apple TV karena Google TV memiliki sejumlah keunggulan unik atas Apple TV.Antara lain,Google TV dilengkapi web browser Chrome, sehingga pengguna bisa membuka halaman web,seperti ketika menggunakan komputer biasa. Sebaliknya, Apple TV tidak dilengkapi web browser apa pun, termasuk Safari, yaitu web browser produksi Apple. Namun demikian, Apple dan Google bertarung di lahan yang sangat subur. Sebab, STB dan IETV punya pasar masing-masing dan keduanya memiliki peluang besar untuk bertumbuh pesat.

iSuppli mengkategorikan Apple TV dan STB Google TV produksi Logitech sebagai STB IPTV (Internet Protocol Television). iSuppli memperkirakan, volume penjualan global STB IPTV pada 2010 akan meningkat 48,2 persen menjadi 28,7 juta unit,dari 19,4 juta unit pada 2009.iSuppli memperkirakan pula, volume penjualan global STB IPTV akan bertumbuh rata-rata 25 persen per tahun mulai 2009 hingga 2014, dengan volume 58 juta unit pada 2014. Pada sisi pendapatan, iSuppli menjelaskan, penjualan global STB IPTV mampu menghasilkan USD2,9 miliar pada 2009. iSuppli memperkirakan, pendapatan global STB IPTV akan meningkat ratarata 16 persen per tahun sehingga menjadi USD6,2 miliar pada 2014.

Sedangkan untuk IETV, iSuppli memperkirakan, volume penjualan global akan terus meningkat mulai 2009 hingga 2013. iSuppli menemukan, volume penjualan global IETV pada 2009 baru mencapai 14,7 juta unit.Namun karena IETV semakin populer, iSuppli yakin volume penjualan global IETV akan melambung menjadi 87,6 juta unit pada 2013. (srn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar